My Introvert Diaries #1 | Quarantine Routines, Introvert Hangover Cures

Good morning,
Good afternoon,
Good evening.
Whenever you read this, I'd still say "Hi". So, Hi there.


I wonder what kind of activity that other people do in their quarantine period. Because me, in here, it's almost rotted.

Meskipun memang kegiatan yang aku lakukan sebetulnya berfaedah (kayaknya). If I had to mention, here are my activies during my quarantine:
  1. Membaca buku (Well, I missed Gramedia already),
  2. Menonton Youtube; Nessie Judge, Gitasav, Ewing HD, and recently I love watching Thai drama series,
  3. Berjemur (Seems like Ninja Hatori di depan rumah sendiri),
  4. Memasak (Lebih tepatnya ngeliatin adekku, sih),
  5. Sisanya hanya kegiatan sehari-hari yang dijalankan manusia pada umumnya.
Kalau dihitung-hitung sudah hampir dua minggu aku berdiam diri di tempurung aku, padahal biasanya nomaden sampai emakku kadang monitoring anaknya lagi ada dimana, kaya monitoring paket online shop. Cuma bedanya aku ga ngasih nomor resi, tapi emakku punya nomor hapeku. Which you might know how horrible it feels when you got some missed calls, but apparently I always love when my mom asks me where on earth I am.

Thank God now she could see me every single day. Setidaknya dosaku ga nambah (Inshaallah) karena ga bikin emakku mengkhawatirkan anak sulungnya yang sebenernya introver tapi kalau Me-Time suka tidak tahu waktu. 

Tapi jujur, meskipun aku introver pun Me-Time itu sangat membantu aku untuk self-healing ketika aku sedang Introvert Hangover. Menurut yang kubaca di Tirto.id(*), Introvert Hangover itu adalah perasaan kewalahan secara fisik maupun mental akibat terlalu banyak menerima stimulasi sosial.

Untuk tanda-tandanya setiap individu berbeda-beda, tetapi untuk secara general dan berdasarkan pengalamanku, aku kadang merasa gak bisa berpikir jernih, gugup terus, susah fokus, badan rasanya capek banget padahal aku ga merasa melakukan kegiatan yang menguras energi banyak banget. Sisi emosionalnya ya aku cenderung cepat marah, cepet sedih, feeling worthless, dan lain sebagainya. 

Setelah aku observasi, ternyata aku membutuhkan sesuatu yang bisa meningkatkan hormon dopaminku, atau hormon yang memicu rasa bahagia dan kesenangan diri. Kalau ngomongin hormon rasanya jauh dari ranahku sih, tetapi yang aku coba lakukan untuk meminimalisasi rasa overwhelmed dan exhaustion aku itu dengan berbagai cara, contohnya:

  • Berjemur. Dari buku yang pernah kubaca(**), tubuh kita itu membutuhkan sinar UVB matahari yang dapat memicu produksi vitamin D yang berperan penting untuk kesehatan tubuh dan mental. Selain itu, sinar matahari yang cukup juga membantu melancarkan proses sekresi melatonin (hormon yang aktif saat kamu tidur) sehingga aku bisa tidur lebih mudah di malam hari yang membuat tidurku berkualitas,
  • Dengerin lagu favorit. Untuk hal ini aku serahkan ke selera masing-masing, sih. Kalau aku memang kebetulan suka Kpop, jadi tentu saja aku mendengarkan lagu-lagu Kpop. Disamping Kpop, aku juga mendengarkan lagu dengan genre Lo-Fi (Low Fidelity). Awalnya gua pikir lagu-lagu beraliran Lo-Fi ini kesannya aesthetic banget dan fits in any mood banget deh. And I just found out that Lo-Fi terkenal karena dapat membuat setiap orang yang mendengarnya menjadi lebih relaxed, fokus. Setiap aku belajar atau ngerjain tugas memang peran musik Lo-Fi ini sangat membantu menstabilkan mood aku.
  • Me-Time. Seperti yang sudah aku sebutkan di awal tulisan bahwa memang faktanya me-time itu bisa bikin lupa waktu. Meskipun memang destinasi me-time aku itu kadang ke mall, toko buku, atau tempat apapun deh, tapi ya kembali ke poin nomor dua, aku bisa me-time ke tempat ramai asalkan aku bawa earphone. Hahaha.
  • Digital Detox. Terdengar skeptis, but I really did that. Aku kebetulan nggak menggunakan banyak media sosial, hanya yang essential aja. Kadang ketika aku lagi mengalami hangover, aku cenderung susah banget bales chat. Bisa sampai berhari-hari, berminggu-minggu, atau berbulan-bulan. Berhubung aku anaknya meme banget, berikut aku lampirin meme yang pas :) : 
Source: Pintrest (2020)
  • Terakhir, yaitu membaca buku. Dilansir dari beritagar.id(***), orang yang rutin membaca buku itu memiliki tingkat stres dan depresi yang lebih rendah dibanding orang yang suka menonton televisi atau aktif secara teknologi seperti mengecek Instagram, dsb. Buku yang aku baca kebetulan buku-buku nonfiksi dan beraliran self-improvements, tetapi kadang aku juga baca novel untuk refreshingBut you can choose your own book genre :)

Sebagai referensi, berikut aku lampirkan juga Introvert Hangover Cures yang bisa kalian sesuaikan dengan preferensi diri masing-masing:

Source: https://www.instagram.com/p/B8tz2M4B-kI/ (Liz and Mollie)

Sekian dulu bacotan aku kali ini. I hope that you guys can find it useful.
Let me know what kind of activities you're doing during this quarantine period supaya aku bisa punya inspirasi untuk melakukan hal seru yang belum pernah aku lakukan sebelumnya :)

Sampai bertemu di postingan random-ku di lain waktu.

Stay healthy and stay at home. You are worth the world. x

Book and Web Source links you may want to check out :

Komentar